Kekeringan Meluas, Sulsel Kerahkan Pompa Air untuk Selamatkan Lahan Pertanian

Pers Pangannews

5 jam yang lalu

news
Ilustras kekeringan. (Foto : Pixabay)

Pangannews.id - Kekeringan mulai mengancam lahan pertanian di Sulawesi Selatan (Sulsel). Pemerintah provinsi menyiapkan pompa air hingga sumur bor untuk menjaga ketersediaan air, terutama bagi sawah yang memasuki musim tanam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel mencatat lima daerah telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan. Kelima wilayah tersebut yakni Kota Makassar, Parepare, Pinrang, Enrekang, dan Selayar.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan distribusi mesin pompa dan operasi pompanisasi sudah dilakukan di sejumlah kabupaten. Langkah tersebut diarahkan untuk membantu lahan pertanian padi yang mulai kekurangan pasokan air.

“Tim sudah melakukan pembagian mesin pompa untuk beberapa kabupaten dan operasi pompanisasi air untuk wilayah pertanian padi yang terdampak kekeringan air,” kata Andi, dikutip dari Antara.

Menurut dia, persoalan air menjadi perhatian karena kekeringan dapat mengganggu aktivitas pertanian, khususnya ketika lahan memasuki musim tanam. Karena itu, pemerintah daerah diminta tidak menunggu dampak meluas sebelum mengajukan penanganan.

Pemprov Sulsel mendorong pemerintah kabupaten dan kota bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHBUN) mempercepat pendataan wilayah yang terdampak.

Daerah yang mengalami kekurangan air diminta segera menyampaikan laporan agar bantuan dapat diarahkan ke lokasi yang membutuhkan.

“Bagi wilayah terdampak agar segera melaporkan ke kabupaten melalui dinas pertanian dan provinsi melalui Dinas TPHBUN,” ujarnya.

Laporan tersebut diminta tidak hanya mencantumkan lokasi. Pemerintah daerah juga perlu menyertakan foto kondisi lahan, informasi sumber air yang masih tersedia, serta titik yang berpotensi dijadikan lokasi sumur bor.

Data itu diperlukan untuk menentukan bentuk intervensi yang paling sesuai. Selain mengerahkan pompa air, Pemprov Sulsel menyiapkan pembangunan sumur bor dengan prioritas pada persawahan yang mengalami kekeringan saat musim tanam.

“Kami harap laporan dengan menyertakan lokasi, foto kondisi, dan sumber air, maupun potensi sumur bor. Tim provinsi akan menindaklanjuti melalui survei dan geolistrik untuk bor dan lainnya menurut kesiapsiagaan yang dimiliki,” kata Andi Sudirman.

Ancaman kekeringan juga diikuti risiko lain, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemprov Sulsel menyiagakan personel dan sumber daya penanganan di wilayah yang dinilai rawan untuk mengantisipasi kondisi yang dapat memburuk selama musim kemarau.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...