13 jam yang lalu
Pangannews.id - Bawang merah varietas campion terus dikembangkan petani di Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Varietas lokal tersebut telah dibudidayakan di kawasan itu selama sekitar 10 tahun dan kini didorong menjadi salah satu komoditas unggulan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Deslirizaldi mengatakan campion memiliki peluang untuk terus dikembangkan karena kondisi agroklimat Alahan Panjang mendukung pertumbuhan bawang merah.
“Selain produktivitas, pengembangan varietas tersebut juga diharapkan memberi nilai tambah bagi petani,” katanya.
Campion bukan varietas yang baru diperkenalkan di Alahan Panjang. Pengembangannya bermula dari kelompok tani setempat sekitar satu dekade lalu dan hingga sekarang masih dipertahankan oleh petani.
Pemilihan Alahan Panjang sebagai salah satu lokasi pengembangan juga berkaitan dengan posisi wilayah tersebut sebagai salah satu pusat produksi bawang merah terbesar di Kabupaten Solok.
Produksi bawang merah Kabupaten Solok tersebar di tiga kecamatan yang menjadi sentra pemasok, yakni Lembang Jaya, Lembah Gumanti, dan Danau Kembar. Alahan Panjang menjadi salah satu pusat produksi terbesar di antara kawasan tersebut.
Potensi hortikultura Kabupaten Solok ditopang oleh luas lahan pertanian yang mencapai sekitar 13 ribu hektare. Pemerintah daerah terus mendorong pemanfaatan potensi tersebut untuk memperkuat sektor hortikultura dan meningkatkan manfaat ekonomi yang diterima petani.
Komoditas yang dikembangkan juga tidak hanya bawang merah. Dinas Pertanian Kabupaten Solok bersama Kementerian Pertanian, Unit Bimas, dan jajaran Polres Solok mulai mendorong pengembangan bawang putih di Kecamatan Lembah Gumanti pada 2026.
Deslirizaldi berharap pengembangan komoditas unggulan tersebut dapat terus didukung melalui fasilitasi dan program yang dibutuhkan petani. Dengan begitu, budidaya bawang merah maupun bawang putih diharapkan memberikan manfaat ekonomi yang lebih baik.
Di tengah upaya meningkatkan produksi, petani juga menghadapi persoalan ketersediaan air. Musim El Nino menyebabkan curah hujan berkurang sehingga kebutuhan terhadap sarana irigasi menjadi semakin penting bagi keberlanjutan produksi.
Untuk membantu mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Pertanian memberikan bantuan irigasi perpipaan dan perpompaan kepada kelompok tani. Pada 2026, Kabupaten Solok mendapatkan 18 unit bantuan melalui Balai Pertanian Medan.
Dinas Pertanian Kabupaten Solok masih mengusulkan tambahan bantuan irigasi untuk 2027. Pemerintah daerah juga mengusulkan tambahan anggaran pada 2026 untuk pembangunan jaringan perpipaan berdasarkan kebutuhan yang diajukan kelompok tani.
Editor : Adi Permana
Rabu, 12 Agustus 2026 21:09 WIB
Rabu, 12 Agustus 2026 13:32 WIB
Senin, 10 Agustus 2026 13:48 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...