12 jam yang lalu
Pangannews.id - Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan bahan pemadam kebakaran berbahan baku ubi atau singkong untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Inovasi yang disebut Prabowo sebagai "ubi bombing" itu dinilai bisa menjadi alternatif untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah penyebaran api.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin. Ia meminta inovasi tersebut segera dikembangkan dan diuji coba dalam skala lebih besar.
"Menarik sekali. Bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Coba diproduksi dalam skala besar. Ajukan biaya untuk produksinya. Kita usahakan semua upaya. Berarti yang kita bukan waterbomb, ubi bombing. Ubi bombing," ucap Prabowo.
Ia juga meminta kebutuhan anggaran produksinya segera diajukan agar pemerintah dapat mendukung proses riset, produksi, hingga pengujian efektivitas bahan tersebut.
Dalam rapat itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa bahan pemadam berbasis tepung ubi atau singkong tersebut sebelumnya ditemukan anggota TNI di Lubuk Linggau.
Bahan itu dinilai memiliki potensi untuk mencegah penyebaran api dengan memisahkan unsur-unsur yang mendukung proses pembakaran. Material tersebut juga dapat digunakan untuk memadamkan api pada tahap awal.
Panglima Komando Daerah Militer II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis mengatakan inovasi tersebut telah dipaparkan kepada jajaran terkait dan disampaikan kepada BNPB.
Menurut dia, kapasitas produksinya saat ini masih terbatas. Namun, bahan tersebut dinilai efektif dan memiliki potensi untuk dikembangkan dalam skala yang lebih besar.
Selain inovasi berbahan singkong, Prabowo meminta Panglima TNI menguji kemampuan Tim Alpha untuk mendukung penanganan karhutla di Sumatera Selatan.
Presiden juga meminta BNPB dan BRIN mengkaji kemungkinan penggunaan bahan kimia atau material tertentu yang dapat membantu memadamkan api maupun mencegah penyebarannya secara lebih efektif.
Menurut Prabowo, bahan tersebut nantinya dapat digunakan tim pemadam di lapangan melalui tabung semprot atau metode lain yang lebih praktis.
"Seperti alat pemadam kebakaran, ya yang kita bayangkan, itu kan yang keluar kan zat kimia. Benar nggak? Ya, coba dicek ya. Mungkin BRIN, coba dicek BRIN ya. BRIN apakah bisa produksi atau kita sourcing. Kan dijual untuk alat-alat ya, isinya," jelas Prabowo.
Editor : Adi Permana
18 jam yang lalu
Sabtu, 22 Agustus 2026 18:39 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...