Selasa, 10 Februari 2026 11:58 WIB
Pangannews.id - Sebuah penelitian terbaru menyoroti potensi senyawa dalam kopi yang diduga berpengaruh terhadap penyerapan gula dalam tubuh. Temuan ini memicu perbincangan publik, terutama terkait kemungkinan peran kopi dalam pengelolaan diabetes.
Riset tersebut dipimpin Minghua Qiu dari Institut Botani Kunming, Akademi Ilmu Pengetahuan China, dan dipublikasikan dalam jurnal Beverage Plant Research pada Januari 2026. Penelitian itu mengungkap adanya senyawa tertentu dalam kopi yang berpotensi memengaruhi kerja enzim pencernaan karbohidrat.
Menanggapi hasil riset tersebut, dosen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc., mengingatkan masyarakat agar tidak tergesa-gesa menarik kesimpulan.
Menurut Widi, kopi merupakan bahan pangan dengan komposisi kimia yang sangat kompleks. Di dalamnya terkandung asam klorogenat, kafein, trigonelin, serta berbagai jenis gula dan gula alkohol.
“Komposisi senyawa dalam kopi dipengaruhi varietas dan proses pengolahan. Banyak faktor yang menentukan aktivitas biologisnya,” ujar Widi, dikutip dari laman resmi UGM.
Ia menjelaskan, beberapa senyawa dalam kopi memang diketahui memiliki potensi aktivitas antidiabetik. Namun, hal tersebut tidak berarti kopi dapat digunakan sebagai pengobatan.
“Kopi bukan terapi. Jangan sampai masyarakat salah kaprah menganggap minum kopi bisa menggantikan obat,” katanya.
Widi menambahkan, asam klorogenat yang sering dikaitkan dengan pengendalian gula darah juga ditemukan pada berbagai bahan pangan lain. Karena itu, manfaatnya tidak bisa dilekatkan hanya pada kopi.
Pandangan serupa disampaikan dosen TPHP FTP UGM, Yunika Mayangsari, S.Si., M.Biotech., Ph.D. Ia menilai secara ilmiah hubungan antara kopi dan pengendalian gula darah masih memerlukan kajian lanjutan.
“Kopi kaya senyawa fenolik, seperti asam klorogenat, asam kafeat, dan flavonoid. Beberapa penelitian juga menyebut adanya senyawa yang dapat menghambat enzim alfa-glukosidase,” ujar Yunika.
Enzim tersebut berperan memecah karbohidrat menjadi glukosa. Jika aktivitasnya dihambat, penyerapan gula dapat melambat. Namun, mekanisme ini tidak serta-merta menjadikan kopi sebagai solusi medis.
“Pengelolaan diabetes itu kompleks, melibatkan banyak sistem dalam tubuh. Tidak bisa disederhanakan hanya dengan minum kopi,” katanya.
Selain aspek manfaat, Yunika juga menyoroti potensi risiko konsumsi kafein berlebihan. Pada sebagian orang, kafein dapat memicu gangguan lambung, jantung, hingga masalah tidur.
Ia menekankan bahwa sebagian besar studi tentang kopi dan diabetes masih bersifat observasional, sehingga belum menunjukkan hubungan sebab-akibat secara langsung.
Ia juga mengingatkan pentingnya literasi kesehatan di tengah derasnya informasi, serta meminta masyarakat lebih kritis dalam menyikapi hasil penelitian.
Editor : Adi Permana
Selasa, 24 Februari 2026 14:01 WIB
Selasa, 24 Februari 2026 10:06 WIB
Sabtu, 21 Februari 2026 11:40 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...