Ini Risiko dan Tips Aman Puasa bagi Ibu Hamil

Pers Pangannews

Kamis, 26 Februari 2026 12:47 WIB

news
Mariyah Qibtiyah Agustina, S.Tr. Keb, Bdn.

Pangannews.id - Memasuki bulan Ramadan, tak sedikit ibu hamil diliputi kebimbangan. Di satu sisi ingin menjalankan ibadah puasa, namun di sisi lain khawatir kebutuhan nutrisi janin terganggu.

Ya, perempuan hamil sejatinya tidak diwajibkan berpuasa. Mereka diperkenankan mengganti di waktu lain atau membayar fidyah. Meski demikian, bagi ibu hamil dengan kondisi tubuh sehat dan tanpa komplikasi, puasa umumnya tetap aman dilakukan.

Bidan Desa Pagelaran sekaligus Penanggung Jawab Puskesmas Pembantu, Mariyah Qibtiyah Agustina, S.Tr. Keb, Bdn, menjelaskan kondisi kesehatan menjadi faktor utama penentu boleh tidaknya berpuasa.

“Sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter kandungan. Terutama jika memiliki riwayat anemia, diabetes gestasional, atau gangguan kesehatan lain,” ujar Mariyah, yang juga membuka klinik bidan mandiri di Jl. Sukamaju Ciapus Kreteg, Pagelaran, Kec. Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu.

Menurut dia, selama kebutuhan kalori, cairan, dan zat gizi tercukupi saat sahur dan berbuka, puasa tidak serta-merta berdampak buruk pada janin. Perubahan metabolisme tubuh selama berpuasa pun umumnya masih dalam batas aman.

Sejumlah penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada skor APGAR bayi yang lahir dari ibu yang berpuasa. Skor APGAR sendiri merupakan penilaian awal kondisi bayi setelah lahir, meliputi denyut jantung, pernapasan, tonus otot, respons refleks, dan warna kulit.

Namun, ada pula riset yang mencatat kemungkinan berat badan lahir sedikit lebih rendah pada bayi dari ibu yang berpuasa. Meski begitu, selisihnya dinilai kecil dan tidak bermakna secara klinis, khususnya pada ibu dengan status gizi baik sebelum dan selama kehamilan.

Perhatikan Pola Makan dan Cairan

Mariyah menekankan pentingnya pengaturan pola makan. Ibu hamil dianjurkan mencatat asupan harian untuk memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi. Langkah ini juga membantu dokter memantau kondisi, terutama bagi yang memiliki diabetes gestasional.

Asupan cairan tak kalah krusial. Ibu hamil disarankan mengonsumsi sedikitnya 2–2,5 liter air per hari yang bisa dibagi saat sahur dan berbuka. Kekurangan cairan dapat memicu dehidrasi yang berisiko bagi ibu maupun janin.

Konsumsi kafein juga perlu dibatasi. Idealnya tidak lebih dari 200 miligram per hari atau setara kurang dari dua cangkir kopi instan. Asupan kafein berlebih bisa meningkatkan risiko dehidrasi hingga gangguan tekanan darah.

Saat berbuka, ibu hamil dianjurkan memulai dengan air putih, buah, jus tanpa gula tambahan, atau sup hangat sebelum menyantap makanan utama. Makanan tinggi gula sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan karena dapat memicu lonjakan gula darah secara cepat.

Sementara saat sahur, pilih makanan berkarbohidrat kompleks seperti gandum utuh serta tinggi serat dari sayur dan buah. Jenis makanan ini membantu mempertahankan energi lebih lama selama berpuasa.

Istirahat dan Batasi Aktivitas Berat

Selain asupan gizi, kecukupan istirahat menjadi faktor penting. Tidur singkat 15–20 menit di siang hari dapat membantu menjaga stamina. Ibu hamil juga dianjurkan mengurangi aktivitas berat dan menghindari olahraga intens saat berpuasa.

Secara fisiologis, ibu hamil yang berpuasa cenderung memiliki kadar hormon stres lebih tinggi dibandingkan yang tidak berpuasa. Karena itu, penting mengelola beban kerja dan menghindari situasi yang memicu stres berlebihan.

Segera Batalkan Jika Muncul Gejala Ini

Ibu hamil diminta segera membatalkan puasa apabila mengalami mual dan muntah hebat, tanda dehidrasi seperti sangat haus dan jarang buang air kecil, urine berwarna pekat, demam, sakit kepala berat, detak jantung tidak teratur, kram perut, atau nyeri menyerupai kontraksi.

Jika gejala muncul, segera minum cairan yang mengandung gula dan garam atau larutan rehidrasi, kemudian periksakan diri ke fasilitas kesehatan.

“Jangan memaksakan diri. Jika kondisi tidak memungkinkan, kesehatan tetap harus jadi prioritas,” kata Mariyah, yang juga Owner Rafanda Skincare & Baby Spa itu.

Dengan perencanaan asupan gizi, istirahat cukup, serta pengawasan medis, ibu hamil yang sehat tetap dapat menjalankan puasa Ramadan dengan aman.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...