Sabtu, 21 Februari 2026 11:40 WIB
Pangannews.id - Memasuki bulan Ramadan, pola konsumsi masyarakat cenderung berubah. Waktu makan yang terbatas serta meningkatnya aktivitas memasak membuat kebutuhan bahan pangan ikut naik. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini berpotensi memicu pemborosan hingga risiko mengonsumsi makanan yang tidak aman.
Hal tersebut disampaikan Auditor Senior LPPOM MUI, Hendra Utama. Ia menilai, pengelolaan stok makanan selama Ramadan bukan sekadar memastikan ketersediaan, tetapi juga menjamin aspek halal, kesehatan, dan kebersihan.
“Konsepnya bukan hanya halal, tetapi juga baik bagi tubuh atau halalan thayyiban. Artinya, makanan harus aman, higienis, dan bermanfaat,” kata Hendra, dikutip dari laman LPPOM.
Menurutnya, perencanaan stok pangan yang matang dapat membantu keluarga menjaga keseimbangan gizi, menekan pengeluaran, serta menghindari penumpukan makanan yang berujung terbuang.
Terlebih, banyak masyarakat kini mengandalkan produk olahan, makanan beku, hingga makanan instan yang memerlukan ketelitian ekstra.
Ia mengingatkan agar masyarakat lebih cermat membaca label halal dan komposisi bahan sebelum membeli produk kemasan. “Status halal harus jelas, terutama untuk produk olahan dan daging,” ujarnya.
Hendra juga membagikan sejumlah langkah praktis yang bisa diterapkan selama Ramadan. Salah satunya dengan menyusun menu sahur dan berbuka untuk satu hingga dua pekan ke depan. Cara ini dinilai efektif mengontrol belanja sekaligus menjaga variasi gizi keluarga.
Selain itu, masyarakat disarankan memprioritaskan bahan pokok berkualitas seperti beras, telur, daging, ikan, dan sayuran segar. Pembelian secukupnya juga menjadi kunci agar makanan tidak terbuang dan tetap layak konsumsi hingga akhir masa simpan.
Dari sisi penyimpanan, ia menekankan pentingnya menyesuaikan tempat simpan dengan jenis bahan. Bahan kering sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup, sementara bahan segar perlu disimpan di lemari pendingin. Untuk daging dan ikan, penggunaan freezer dinilai lebih aman untuk menjaga kualitas.
“Pengelolaan yang baik bukan hanya menjaga kesehatan, tapi juga bagian dari tanggung jawab dalam menjalankan ibadah,” tutur Hendra.
Lebih jauh, ia mengajak masyarakat menerapkan prinsip hidup halal yang mencakup hemat, sehat, dan peduli sesama. Ramadan, menurutnya, juga menjadi momentum untuk berbagi melalui makanan yang layak dan berkualitas.
“Bukan soal banyaknya stok di rumah, tapi bagaimana kita mengelola rezeki dengan bijak,” katanya.
Editor : Adi Permana
Selasa, 24 Februari 2026 14:01 WIB
Selasa, 24 Februari 2026 10:06 WIB
Jumat, 20 Februari 2026 15:35 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...