Jumat, 13 Februari 2026 07:11 WIB
Pangannews.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mulai mendalami kasus pencemaran yang terjadi di Sungai Cisadane, Banten. Pencemaran tersebut dilaporkan telah meluas hingga puluhan kilometer dan berdampak pada lingkungan serta aktivitas masyarakat.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Arif Satria, mengatakan pihaknya akan mempelajari secara menyeluruh kronologi dan penyebab pencemaran tersebut. Hal itu disampaikan Arif usai menghadiri seminar di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Menurut Arif, dirinya telah berkomunikasi dengan tim yang bertugas di lapangan untuk memperoleh gambaran awal. Dalam waktu dekat, BRIN juga akan mengumpulkan laporan lengkap dari personel yang terlibat dalam penanganan awal.
“Saya masih ingin mendengar langsung dari tim yang sudah bergerak, seperti apa kasusnya, supaya bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, pencemaran Sungai Cisadane telah menyebar sekitar 22,5 kilometer, meliputi wilayah Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang.
Pencemaran dipicu oleh kebakaran gudang milik perusahaan pupuk di Tangerang Selatan. Insiden tersebut menyebabkan cairan pestisida dan residu bahan kimia mengalir ke Sungai Jeletreng, anak Sungai Cisadane, sebelum mencemari aliran utama sungai.
Dampak pencemaran mulai terlihat dengan matinya berbagai jenis ikan, seperti ikan mas, ikan baung, ikan patin, ikan nila, hingga ikan sapu-sapu. Warga di sekitar aliran sungai pun mengeluhkan penurunan kualitas air yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, sebelumnya menyebut sekitar 20 ton pestisida ikut terbakar dalam peristiwa tersebut. Air sisa pemadaman yang bercampur residu kimia kemudian mengalir ke sungai dan memperparah pencemaran.
Hanif menegaskan pemerintah akan melakukan serangkaian pengujian laboratorium dan kajian ilmiah untuk mengukur dampak lingkungan yang ditimbulkan. Sementara itu, masyarakat di sekitar bantaran sungai diminta tidak memanfaatkan air Cisadane.
“Kami mengimbau warga tidak menggunakan air sungai untuk sementara waktu karena berpotensi mengganggu kesehatan,” katanya.
Editor : Adi Permana
Senin, 23 Februari 2026 11:54 WIB
Jumat, 13 Februari 2026 17:00 WIB
Senin, 09 Februari 2026 07:51 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...