Rabu, 04 Maret 2026 14:34 WIB
Pangannews.id - Kekhawatiran terhadap ketidakpastian global yang berpotensi mengganggu pasokan pangan mendorong seruan penguatan produksi lokal di daerah. Anggota DPD RI, Darwati A. Gani, menilai ketahanan pangan tidak bisa lagi bergantung pada distribusi luar negeri.
Hal itu disampaikan Darwati saat meninjau rumah produksi tempe yang dikelola Rumoh Pangan Aceh di Desa Alue Naga, Kota Banda Aceh, Selasa (3/3/2026). Menurutnya, gangguan rantai pasok global dapat berdampak langsung hingga ke tingkat rumah tangga.
Situasi tersebut, kata dia, menjadi pengingat pentingnya membangun kemandirian pangan berbasis potensi lokal. “Ketika distribusi terganggu, daerah harus siap dengan sumber pangannya sendiri,” ujarnya.
Darwati melihat langsung proses pembuatan tempe berbahan kacang koro pedang yang mulai dikembangkan sebagai alternatif pengganti kedelai impor. Ia juga berdialog dengan para pekerja, yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga dan menjadi tulang punggung produksi.
Upaya diversifikasi ini dinilai relevan di tengah tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai. Selama ini, kebutuhan nasional masih dipenuhi dari luar negeri, sementara di Aceh sendiri pelaku usaha tahu dan tempe masih mengandalkan pasokan impor untuk memenuhi produksi.
Darwati menyoroti, kondisi tersebut membuat sektor pangan rentan terhadap gejolak global, termasuk konflik internasional yang dapat memicu kenaikan harga dan gangguan distribusi.
Ia mencontohkan pengalaman saat bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Aceh. Pada periode tersebut, distribusi logistik terganggu dan sejumlah bahan pangan sempat mengalami kelangkaan.
“Pengalaman itu menunjukkan bahwa ketahanan pangan juga menjadi isu penting di tingkat daerah, terutama saat kondisi darurat,” kata dia.
Darwati menyatakan akan mendorong penguatan pangan lokal, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga melalui edukasi agar masyarakat lebih terbiasa mengonsumsi komoditas lokal.
Di sisi lain, pihak Rumoh Pangan Aceh menyebut program yang dijalankan tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pendampingan petani koro pedang serta peningkatan kapasitas kelompok perempuan di desa.
Editor : Adi Permana
Selasa, 03 Maret 2026 19:31 WIB
Senin, 02 Maret 2026 20:25 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...