16 jam yang lalu
Pangannews.id - Sejumlah nelayan di perairan Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Toba dilaporkan menggunakan jaring dengan ukuran sangat rapat untuk menangkap ikan bilih, termasuk yang masih berukuran kecil.
Penggunaan jaring berukuran sekitar 0,5 inci itu dinilai berisiko terhadap keberlanjutan populasi ikan di danau tersebut. Tidak hanya di area danau, praktik penangkapan dengan alat tangkap kecil itu juga disebut terjadi hingga ke aliran sungai yang bermuara ke Danau Toba.
Akibatnya, ikan-ikan yang belum mencapai ukuran layak tangkap ikut terjaring. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan terganggunya proses perkembangbiakan ikan bilih yang selama ini menjadi salah satu komoditas perikanan khas Danau Toba.
Anggota DPRD Sumatera Utara, Gusmiyadi, menilai situasi tersebut perlu segera direspons melalui kebijakan yang jelas dari pemerintah provinsi. Ia meminta Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengeluarkan aturan yang melarang penggunaan jaring di bawah ukuran satu inci serta membatasi penangkapan ikan yang belum dewasa.
Menurut politisi yang akrab disapa Goben itu, penangkapan ikan kecil secara terus-menerus berpotensi menguras stok ikan di masa mendatang.
“Kalau yang diambil terus ikan kecil, dampaknya bukan hanya sekarang, tetapi juga pada ketersediaan ikan beberapa tahun ke depan,” ujarnya.
Ia menegaskan, aturan yang tegas akan menjadi landasan bagi pemerintah untuk menertibkan praktik penangkapan yang tidak terkendali.
Selain menjaga keberlanjutan sumber daya ikan, regulasi juga dinilai penting untuk melindungi nelayan yang tetap menggunakan cara tangkap yang lebih ramah lingkungan.
Goben menambahkan, tanpa pengaturan yang jelas, kondisi di lapangan bisa memicu persaingan tidak sehat di antara nelayan.
DPRD Sumut juga meminta dinas terkait memperkuat pengawasan di kawasan Danau Toba serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai ukuran ikan yang boleh ditangkap dan waktu penangkapan yang tepat.
Ia mengingatkan, sekitar tujuh tahun lalu populasi ikan bilih di Danau Toba sempat mengalami penurunan tajam. Pengalaman itu, menurutnya, harus menjadi pelajaran agar eksploitasi yang tidak terkontrol tidak kembali terjadi.
Editor : Adi Permana
Rabu, 04 Maret 2026 14:34 WIB
Selasa, 03 Maret 2026 19:31 WIB
Senin, 02 Maret 2026 20:25 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...