10 jam yang lalu
Pangannews.id - Ketergantungan Indonesia terhadap impor garam, terutama untuk memenuhi kebutuhan industri, terus menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Untuk mengejar target swasembada garam pada 2027, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai memperkuat sentra-sentra produksi nasional dengan membangun sentra garam berbasis masyarakat di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
Pembangunan yang dipusatkan di Desa Majungan itu diharapkan tidak hanya meningkatkan volume produksi garam rakyat, tetapi juga memperbaiki kualitasnya agar memenuhi standar industri.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pamekasan Abdul Fata mengatakan pembangunan sentra garam saat ini masih berlangsung dan terus dipantau oleh pemerintah pusat.
"Pembangunan saat ini masih berjalan, dan pemantauan substansi telah dilakukan oleh kementerian terkait," ujar Fata, dikutip dari Antara.
Menurutnya, pembangunan sentra garam merupakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 yang menetapkan target swasembada garam nasional pada 2027.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari pembangunan infrastruktur produksi, modernisasi pengolahan garam, hingga peningkatan kualitas hasil tambak masyarakat.
Selain membangun sentra produksi, pemerintah juga akan membangun pabrik pengolahan garam berteknologi tinggi. Dengan fasilitas tersebut, garam yang diproduksi petambak diharapkan mampu memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan sektor industri, yang selama ini masih menjadi alasan utama dilakukannya impor.
"Pemerintah akan membangun pabrik pengolahan garam berteknologi tinggi serta memperkuat tambak garam milik masyarakat. Garam hasil produksi petambak juga akan diolah agar memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan industri," kata Fata.
Untuk merealisasikan program tersebut, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,9 miliar.
Pamekasan dipilih karena merupakan salah satu lumbung garam nasional di Pulau Madura bersama Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Sampang. Wilayah ini dinilai memiliki potensi besar untuk menopang target swasembada garam nasional.
Kabupaten Pamekasan memiliki tambak garam seluas 913,5 hektare yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Galis, Pademawu, dan Tlanakan.
Di Kecamatan Galis terdapat empat desa penghasil garam, yakni Lembung, Polagan, Konang, dan Pandan, dengan luas tambak mencapai 458,6 hektare. Sementara Kecamatan Pademawu memiliki delapan desa penghasil garam, yaitu Dasuk, Bunder, Pademawu Timur, Tanjung, Padelegan, Majungan, Pegagan, dan Baddurih dengan luas tambak sekitar 445,4 hektare.
Adapun Kecamatan Tlanakan memiliki tiga desa penghasil garam, yakni Tlesah, Tlanakan, dan Branta Tinggi, dengan luas tambak sekitar 9,6 hektare.
Di antara seluruh wilayah tersebut, Desa Lembung menjadi kawasan tambak garam terluas dengan areal mencapai 245 hektare. Pada 2018, desa ini menghasilkan sekitar 1.581 ton garam.
Saat ini produksi garam Kabupaten Pamekasan mencapai sekitar 130.000 ton per tahun. Pemerintah daerah optimistis kapasitas produksi akan meningkat setelah sentra garam di Desa Majungan mulai beroperasi.
Editor : Adi Permana
Sabtu, 27 Juni 2026 16:08 WIB
Sabtu, 27 Juni 2026 14:51 WIB
Jumat, 26 Juni 2026 12:39 WIB
Senin, 22 Juni 2026 11:47 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...