Cegah Gagal Panen, Pemkab Aceh Barat Sebar 200 Pompa Air ke Sentra Pertanian

Pers Pangannews

17 jam yang lalu

news
Lahan persawahan mengalami kekeringan akibat kemarau. (Foto : Ilustrasi/Pixabay)

Pangannews.id - Kekeringan mulai melanda sejumlah areal persawahan di Kabupaten Aceh Barat. Sebanyak 200 unit pompa air bantuan dari Kementerian Pertanian mulai didistribusikan untuk menjaga pasokan air bagi lahan pertanian yang terdampak musim kemarau.

Penyaluran bantuan diawali dari Kecamatan Samatiga dan akan dilakukan secara bertahap ke sentra-sentra pertanian lainnya di Aceh Barat.

Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan pompa air tersebut diharapkan dapat membantu petani mengalirkan air ke sawah sehingga tanaman padi yang mulai terdampak kekeringan tetap dapat tumbuh dengan baik.

"Penyaluran pompa air ini agar areal sawah masyarakat dapat teraliri air dengan baik," kata Tarmizi.

Pemkab Aceh Barat tidak mendistribusikan bantuan secara merata. Pompa diprioritaskan untuk kawasan yang memiliki sumber air agar penggunaannya lebih efektif. Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan hasil pemetaan Dinas Pertanian bersama para penyuluh lapangan.

Desa-desa dengan hamparan sawah yang luas dan memiliki potensi sumber air menjadi sasaran utama penyaluran bantuan tersebut.

Menurut Tarmizi, langkah ini merupakan solusi jangka pendek untuk mengurangi dampak kekeringan yang hampir setiap tahun mengganggu produktivitas pertanian saat musim kemarau.

Ia optimistis bantuan pompa air dapat segera dimanfaatkan petani. Bahkan, air diperkirakan sudah bisa mulai dialirkan ke lahan pertanian sehari setelah pompa disalurkan.

"Dengan bantuan mesin air ini, mulai besok air sudah bisa dialirkan ke sawah agar tanaman padi yang mulai terdampak kekeringan bisa segar dan tumbuh baik kembali," ujarnya.

Selain penanganan darurat, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah jangka panjang untuk memperkuat sistem irigasi. Pemkab Aceh Barat telah mengusulkan pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) kepada Kementerian Pekerjaan Umum.

Program tersebut dirancang berupa fasilitas penampungan air berukuran 10 x 15 meter yang dilengkapi tandon berkapasitas besar dan memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber energi.

Infrastruktur itu diharapkan dapat menjadi solusi permanen bagi kawasan pertanian yang selama ini kerap mengalami kekurangan air saat musim kemarau.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...