Senin, 03 Agustus 2026 13:09 WIB
Pangannews.id - Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, mulai memasuki tahap operasional. Kawasan garam berbasis teknologi ini diproyeksikan menjadi sentra produksi garam industri terbesar di Indonesia sekaligus menopang target swasembada garam nasional pada 2027.
Tahap pertama pembangunan kawasan seluas 616 hektare telah rampung dan siap memasuki fase produksi. Pemerintah juga tengah mempercepat pengembangan tahap kedua seluas 751 hektare, sehingga total luas kawasan nantinya mencapai 1.367 hektare.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan penerapan teknologi modern di kawasan tersebut ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas hingga 200 ton garam per hektare per tahun.
Menurutnya, peningkatan produksi tidak hanya bertujuan mengurangi ketergantungan impor garam industri, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
"Kawasan ini diharapkan mampu meningkatkan produksi garam nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat," kata Trenggono, saat mengunjungi K-SIGN bersama Menteri koordinasi Bidang Pangan Zulkifli Hasan, pekan lalu.
Selain membangun kawasan produksi, pemerintah juga menyiapkan ekosistem pendukung agar industri garam dapat berkembang secara berkelanjutan. Infrastruktur yang disiapkan meliputi akses logistik, fasilitas penyimpanan, hingga penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat pesisir.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai penguatan produksi garam dalam negeri menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.
Menurutnya, potensi garam nasional perlu dimanfaatkan secara optimal agar nilai tambahnya dapat dinikmati oleh masyarakat.
"Kalau ingin mandiri, produksi harus terus diperkuat sehingga hasilnya bisa dinikmati masyarakat sendiri," ujarnya.
Pemerintah berharap K-SIGN tidak hanya menjadi pusat produksi garam industri, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir selatan Indonesia melalui pengembangan industri hilir dan pemberdayaan masyarakat sekitar.
Editor : Adi Permana
16 jam yang lalu
Rabu, 29 Juli 2026 10:00 WIB
Rabu, 22 Juli 2026 19:31 WIB
Rabu, 22 Juli 2026 13:22 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...