Tiga Kabupaten Jadi Lokasi Cetak Sawah Baru di Lampung

Pers Pangannews

7 jam yang lalu

news
Ilustrasi lahan persawahan. (Foto : Pixabay)

Pangannews.id - Penambahan luas panen menjadi cara yang ditempuh Provinsi Lampung untuk meningkatkan produksi pertanian. Salah satunya melalui pencetakan sawah baru yang pada 2026 dialokasikan seluas 1.450 hektare.

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung Endro Gunawan mengatakan penambahan luas panen di Lampung mencapai 31 ribu hektare. Peningkatan tersebut didorong melalui optimalisasi lahan dan ekstensifikasi dengan membuka sawah baru.

“Adanya penambahan luas panen di Provinsi Lampung mencapai 31 ribu hektare, terjadi karena ada dua upaya yang dilaksanakan yakni dalam satu hamparan sawah ada kenaikan indeks pertanaman yang didorong melalui optimalisasi lahan dan ekstensifikasi melalui cetak sawah baru,” ujar Endro di Bandarlampung, dikutip dari Antara.

Menurut Endro, program cetak sawah baru tersebut belum seluruhnya berjalan karena sebagian masih dalam tahap konstruksi. Dari total alokasi 1.450 hektare, sekitar separuh konstruksi saat ini telah selesai.

Tanam perdana untuk lahan yang konstruksinya sudah rampung dijadwalkan pada 20 Agustus mendatang. Kabupaten Tulang Bawang menjadi lokasi tanam perdana karena sebagian besar konstruksi sawah di wilayah tersebut telah selesai.

“Dengan ini bisa mendongkrak luas panen dan tentunya dengan memanfaatkan alat mesin pertanian bisa mempercepat proses pengolahan, panen, dan pasca panen, sehingga indeks pertanaman meningkat,” katanya.

Cetak sawah baru tersebut tersebar di sejumlah wilayah. Kabupaten Lampung Timur mendapat alokasi terbesar, yakni 812 hektare, disusul Tulang Bawang 372 hektare dan Mesuji 40 hektare. Sementara sisa alokasi berada di wilayah lainnya.

Endro mengatakan lahan baru tersebut juga akan didukung teknologi budidaya untuk mempercepat proses tanam dan mengoptimalkan produksi.

Salah satu teknologi yang dapat digunakan adalah metode tanam langsung. Dengan metode tersebut, petani tidak perlu melakukan proses tanam pindah sehingga waktu penanaman dapat dipercepat.

“Dengan teknologi budidaya tanam langsung, tidak usah tanam pindah, ini juga bisa mempercepat tanam,” ujarnya.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...